Mitos Dan Fakta Penggunaan Alkon KB

 

Mitos yang Beredar Seputar Alat Kontrasepsi KB dan Penjelasan Tentang Alkon KB

Ada banyak informasi yang beredar seputar alat kontrasepsi, termasuk pil KB. Sayangnya, tidak semua hal tersebut mengandung kebenaran. Beberapa informasi yang beredar bahkan mitos belaka. Berikut di antaranya:

  •  Menambah Berat Badan 

Ada informasi yang menyebutkan bahwa konsumsi pil KB bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini nyatanya tidak terbukti benar. Faktanya, penelitian menunjukkan tidak ada kaitan antara penggunaan pil kb dengan penambahan berat badan. Kandungan estrogen dalam pil kb mungkin menyebabkan perasaan kembung, tapi hal ini biasanya akan segera menghilang dan tidak banyak memengaruhi berat badan. 

  • Berhenti Sejenak dari Pil KB

Ada mitos yang mengatakan bahwa pil kb tidak boleh digunakan terus-menerus. Artinya, kamu mungkin harus mengambil waktu untuk berhenti sejenak dari pil kb. Namun hal ini tidak terbukti benar. Sejauh ini, tidak ada alasan kesehatan yang mewajibkan hal tersebut. Sebaliknya, pil kb menjadi salah satu cara ampuh untuk mencegah kehamilan. Berhenti mengonsumsinya malah bisa meningkatkan risiko terjadi kehamilan di luar rencana.

  • Alat Kontrasepsi Jangka Panjang Sebabkan Sulit Hamil 

Katanya, penggunaan alat kontrasepsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan wanita sulit hamil. Faktanya, sekali wanita berhenti menggunakan alat kontrasepsi atau berhenti konsumsi pil kb, maka tingkat kesuburannya akan kembali normal dan artinya kehamilan bisa terjadi saat ada proses pembuahan. 

  • Jarang Berhubungan berarti Tidak Butuh Pil KB

Alat kontrasepsi, termasuk pil kb, digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan di luar rencana. Maka ada yang menyebutkan bahwa jarang berhubungan intim berarti tidak membutuhkan pil kb. Hal itu tidak sepenuhnya salah. Kamu mungkin tidak mengetahui kapan waktu yang paling tepat untuk mulai mengonsumsi pil KB. Namun, jika begitu, pastikan untuk selalu mengenakan kondom atau alat kontrasepsi lain. 

  • Punya Masalah Kewanitaan, Tidak Butuh Alat Kontrasepsi 

Kecuali kamu sudah didiagnosis oleh dokter dan dikatakan kehamilan tidak mungkin terjadi, perlindungan tetap perlu diperhatikan. Maka dari itu, pastikan untuk selalu menggunakan perlindungan yang dibutuhkan, termasuk penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan intim.


Namun, tentu Anda membutuhkan informasi yang benar mengenai alat kontrasepsi dan hal-hal yang berhubungan dengannya.

Agar tidak terjebak pada info yang keliru, berikut beberapa mitos dan fakta alat kontrasepsi yang perlu diketahui:

1. Fakta: Menyusui Adalah Metode Kontrasepsi Alami

Menyusui secara eksklusif pada 6 bulan pertama usia bayi ternyata bisa menjadi alat kontrasepsi alami untuk sang ibu. Metode ini dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL). 

Menurut beberapa jurnal, MAL disebut memiliki efektivitas dalam mencegah kehamilan hingga 98 persen. 

Namun, metode ini baru bisa efektif apabila menyusui dilakukan dengan frekuensi yang tinggi dan sang ibu belum kembali mengalami menstruasi. 

Perlu diingat juga bahwa metode ini tidak 100 persen efektif. Artinya, masih ada kemungkinan untuk terjadinya kehamilan. 

Untuk itu, Anda perlu mempertimbangkan penggunaan alat kontrasepsi yang lebih efektif dalam menunda kehamilan. 

2. Mitos: Penggunaan Alat Kontrasepsi Bisa Pengaruhi Kesuburan di Masa Depan

Banyak yang beranggapan penggunaan alat kontrasepsi akan membuat Anda jadi susah hamil di masa depan. Hal ini yang kemudian membuat banyak ibu enggan menggunakan alat kontrasepsi.

Padahal, anggapan itu hanyalah mitos alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi memang mengatur kesuburan Anda agar kehamilan tidak terjadi. 

Namun, jika penggunaan dihentikan, kesuburan akan kembali seperti semula. 

Waktu kembalinya kesuburan ini akan bergantung pada jenis alat kontrasepsi yang Anda gunakan. 

Misalnya, pada penggunaan alat kontrasepsi pil dan spiral, kesuburan dapat langsung kembali setelah Anda menghentikan penggunaannya.

Akan tetapi, pada alat kontrasepsi suntik, membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk mengembalikan kesuburan.


Faktanya, perempuan masih bisa hamil hingga berusia lebih dari 40 tahun, selama belum memasuki masa menopause. Umumnya, menopause dialami perempuan ketika berusia 40 tahun ke atas.

Oleh sebab itu, berhati-hatilah jika Anda belum menopause, sebaiknya Anda tetap menggunakan alat kontrasepsi. Jangan sampai mitos alat kontrasepsi ini membuat kehamilan yang tidak direncanakan.

4. Mitos: Alat Kontrasepsi Bisa Membuat Gemuk

Alat kontrasepsi terdiri dari dua jenis, yaitu hormonal dan non-hormonal. Di antaranya keduanya, hanya hormonal yang dapat meningkatkan berat badan. 

Adapun yang non-hormonal sama sekali tidak memengaruhi berat badan Anda.

Alat kontrasepsi hormonal punya kandungan estrogen yang bisa memengaruhi peningkatan nafsu makan dan retensi cairan tubuh. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak selalu terjadi pada setiap pengguna.

Terbukti, ada banyak juga pengguna alat kontrasepsi hormonal yang tidak mengalami perubahan berat badan secara signifikan.

5. Mitos: Morning Pill Bisa Digunakan untuk Menggugurkan Kandungan

Morning pill atau kontrasepsi darurat adalah metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan pasca-hubungan seksual yang dilakukan tanpa pengaman. 

Kontrasepsi ini dapat mencegah lebih dari 95 persen kehamilan bila digunakan 3-5 hari usai hubungan seksual berisiko.

Jenis kontrasepsi tersebut bekerja dengan mencegah proses ovulasi dan pembuahan. 

Namun, apabila proses pembuahan telah terjadi, morning pill tidak akan efektif lagi dan kehamilan tetap akan terjadi. Jadi, jangan percaya pada mitos alat kontrasepsi yang satu ini.

6. Fakta: Penggunaan Kontrasepsi Harus Sesuai Jadwal agar Efektif

Berbagai metode kontrasepsi memiliki cara penggunaan dan jadwalnya masing-masing. Pil KB, misalnya, perlu diminum setiap hari dan sebaiknya pada jam yang sama.

Sayangnya, mitos alat kontrasepsi yang sering beredar adalah pil KB cukup diminum saat berhubungan. Hal ini tentunya bisa menyebabkan pil KB menjadi tidak efektif mencegah kehamilan.

Contoh lain, suntik KB umumnya berjangka waktu satu dan tiga bulan. Pastikan Anda kontrol sesuai jadwal. Jika terlambat, gunakan alat kontrasepsi lain sementara waktu, misalnya kondom.

Jadi, agar tetap efektif penggunaan masing-masing metode kontrasepsi harus dengan cara tepat dan sesuai jadwal.

7. Mitos: Tidak Perlu Pakai Kontrasepsi Jika Berhubungan Intim Hanya Sekali

Faktanya, kapan pun Anda berhubungan intim, selalu ada kemungkinan kehamilan terjadi. 

Artinya, walaupun bercinta untuk pertama kalinya atau hanya satu kali berhubungan intim, kehamilan tetap dapat terjadi. 

Jika Anda dan pasangan ingin menunda kehamilan, wajib menggunakan kontrasepsi kapan pun berhubungan intim.

Pada dasarnya alat kontrasepsi telah teruji secara klinis, sehingga aman untuk digunakan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. 

Untuk menentukan jenis yang sesuai untuk Anda, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan ataupun bidan terdekat.

Itulah beberapa fakta dan mitos alat kontrasepsi yang beredar di masyarakat. Kalau Anda masih punya kekhawatiran lain seputar alat kontrasepsi atau kese, jangan ragu untuk menggunakan alat kontrasepsi karena Alat Kontrasepsi yang beredar sudah teruji dan membantu terkait dengan pengendalian penduduk. Salam BKKBN


MATERI KIE JENIS ALAT KONTRASEPSI KB

Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Untuk mencegah kehamilan, tidak sedikit pasangan yang lebih mengandalkan penggunaan alat kontrasepsi. Berbagai jenis alat kontrasepsi yang dapat digunakan meliputi:

1. Pil KB

Pil KB merupakan alat kontrasepsi yang paling umum digunakan. Alat kontrasepsi ini mengandung hormon progestin dan estrogen untuk mencegah terjadinya ovulasi. Pil KB umumnya terdiri dari 21–35 tablet yang harus dikonsumsi dalam satu siklus atau secara berkelanjutan.

Kelebihan:

  • Tingkat efektivitas tinggi dengan persentase kegagalan hanya sekitar 8%
  • Haid menjadi lancar dan kram berkurang saat haid, tetapi ada pula jenis pil KB yang dapat menghentikan haid

Kekurangan:

  • Tidak dapat mencegah penyakit menular seksual
  • Dapat menimbulkan efek samping, seperti naiknya tekanan darah, pembekuan darah, keluarnya bercak darah, dan payudara mengeras
  • Tidak cocok untuk wanita dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, gangguan hati, kanker payudara dan kanker rahim, migrain, serta tekanan darah tinggi

2. Kondom pria

Tak hanya pil KB, kondom pria juga umum digunakan untuk mencegah kehamilan. Kondom biasanya terbuat dari bahan lateks dan bekerja dengan cara menghalangi sperma masuk ke vagina dan mencapai sel telur.

Kelebihan:

  • Harga terjangkau
  • Praktis dan mudah digunakan
  • Dapat mencegah dari penyakit menular seksual
  • Mudah diperoleh di toko atau apotek

Kekurangan:

  • Tingkat kegagalan mencapai 15%, terutama jika penggunaan kondom kurang tepat
  • Hanya bisa digunakan sekali dan harus diganti setelah ejakulasi

 

3. Suntik KB

Suntik KB merupakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon progestin dan mampu menghentikan terjadinya ovulasi. Berdasarkan periode penggunaannya, ada dua jenis suntik KB, yaitu suntik KB 3 bulan dan 1 bulan.

Kelebihan:

  • Lebih efektif dan praktis dari pil KB
  • Tingkat kegagalan pada suntik KB 1 bulan bisa kurang dari 1% jika digunakan dengan benar

Kekurangan:

  • Harga relatif mahal
  • Perlu kunjungan secara rutin ke dokter atau bidan setiap bulannya
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual
  • Dapat menyebabkan efek samping, seperti keluarnya bercak darah
  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan pada wanita yang memiliki riwayat penyakit migrain, diabetes, sirosis hati, stroke, dan serangan jantung

4. Implan

KB implan atau susuk merupakan alat kontrasepsi berukuran kecil dan berbentuk seperti batang korek api. KB implan bekerja dengan cara mengeluarkan hormon progestin secara perlahan yang berfungsi mencegah kehamilan selama 3 tahun.

Alat kontrasepsi ini digunakan dengan cara dimasukkan ke bagian bawah kulit, biasanya lengan bagian atas.

Kelebihan:

  • Sangat efektif dengan tingkat kegagalan kurang dari 1%
  • Tahan lama hingga 3 tahun

Kekurangan:

  • Biaya relatif mahal
  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur
  • Risiko memar dan bengkak pada kulit di awal pemasangan
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual

5. IUD

Intrauterine device (IUD) adalah alat kontrasepsi berbahan plastik dan berbentuk menyerupai huruf T yang diletakkan di dalam rahim. IUD atau KB spiral dapat mencegah kehamilan dengan cara menghalau sperma agar tidak membuahi sel telur.

Ada dua jenis IUD yang umum digunakan, yaitu IUD yang terbuat dari tembaga dan dapat bertahan hingga 10 tahun serta IUD yang mengandung hormon yang perlu diganti setiap 5 tahun sekali.

Kelebihan:

  • Tidak memerlukan perawatan yang rumit
  • Tahan lama

Kekurangan:

  • IUD dari tembaga dapat menyebabkan haid tidak lancar
  • Risiko bergeser dan keluar dari tempatnya
  • Risiko efek samping, seperti munculnya bercak darah pada 3–6 bulan pertama pemakaian
  • Biaya
  •  

6. MOW dan MOP

Jika Anda dan pasangan sudah yakin untuk tidak ingin memiliki anak kembali, KB permanen atau MOW bisa menjadi pilihan. Metode kontrasepsi ini memiliki efektivitas yang tinggi atau hampir 100% efektif untuk mencegah kehamilan.

Jenis KB permanen untuk masing-masing orang berbeda, tergantung jenis kelaminnya. Pada pria, KB permanen dilakukan dengan vasektomi, sedangkan pada wanita bisa dengan tubektomi atau proses pengikatan tuba falopi

Komentar

Postingan populer dari blog ini